JAKARTA, KOMPAS.TV Pasien positif Covid-19 biasanya menunjukkan beberapa gejala atau orang tanpa gejala. <br />Selain demam, batuk kering, ada juga yang mengalami kehilangan indera perasa dan penciuman dan indera perasa. <br />Kehilangan kemampuan perasa disebut dysgeusia, dan hilangnya kemampuan penciuman ini disebut anosmia. <br /> <br /> <br />"Mengutip ABC, 25 September 2020, American Academy of Otolaryngology Head and Neck Surgery melaporkan, bukti anektodal yang terkumpul dari situs-situs di seluruh dunia menunjukkan bahwa anosmia dan dysgeusia menjadi gejala signifikan Covid-19."ditulis dari Kompas.com Senin (28/09/2020). <br /> <br /> <br />Pada kasus khusus, anosmia terjadi pada pasien positif Covid-19 tanpa gejala lainnya atau orang tanpa gejala. <br />Selain menjadi gejala dari infeksi positif Covid-19, penyebab umum terjadinya anosmia meliputi flu, alergi, infeksi sinus, atau kualitas udara yang buruk. <br /> <br />Sementara, ada penyebab lain anosmia, di antaranya: Polip hidung, atau pengaruh obat seperti anti inflamasi, obat jantung, dan lainnya Penyalahgunaan kokain Usia lanjut. <br /> <br /> <br /> <br />
